Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2013

223541_520692417953555_1181752472_n

Di dalam kitab Syamsul Ma’arif Al-Qubro ( Syeikh Ahmad Ibni Ali Al- Buuny) dan Kitab Abwabul Faroj (Asyeikh Al-‘Allamah As-Sayyid Muhammad Alwy Al-Maliki Al-Hasani)

Di jelaskan bahwa sesungguhnya Allah mewakilkan seorang Khodam pada Asma’ Allah AL-LATIFU yang bernama SAYYID BARZIILIN untuk membantu hajat2 nya orang yang bertawassul dengan Asma’ Allah AL-LATIFU, Khususiyyah Asma’ Al-latifu mempunyai 4 Kekhususan :

1. Jalburr Rizqi ( Menarik Rizqi )

2. Li Qodoil Hajat ( Untuk di laksanakan hajat2 )

3. Li Kholasil Masjun ( Membebaskan diri dari penjara)

4. Li Ikhfai an ainidz dzulmah ( Halimunan )

 

Tata Caranya Adalah:

1. Sholat Sunnat Hajat 2 Roka’at

2. Membaca Istigfar 70 x

3. Membaca Sholawat 70 x

4. Membaca Alam Nasyroh 70 x

5. Mengirim Hadiah Fatihah pada Khodamnya Sayyid Barzilin 51

( HADZA HADIYYATUN ILA HADROTI SAYYID BARZILIN SAYIU LILAHI LAHUL ALFATIHAH 1x

6. Membaca Asma’ Alloh Al-Latifu dengan memakai YA Nida ( YA LATIFU )

129 x 129 = 16641 x, Tiap-tiap mendapat 129 x , Membaca Ayat Latif nya 3x

Inilah Ayat Latif Yg di maksud :

  1. Ayat Jalbur Rizqi

ALLOHU LATIFUN BI IBADIHI YARZUQU MAN YASA-U WAHUWAL QOWIYYUL ‘AZIZ

( Surat ASY-SYURO ayat 19 )

  1. Ayat Liqodoil Hajat

ALA YA’LAMU MAN KHOLAQO WA HUWAL LATIFUL KHOBIRU

( Surat Al-Mulk ayat 14 )

  1. Ayat Lil IKholasil Masjun

INNA ROBBI LATIFUN LIMA YASA U INNAHU HUWAL LATIFUL KHOBIRU

( Surat Yusuf ayat 100 )

  1. Ayat Lil Ikhfa’ an ainid dzulmah

LA TUDRIKUHUL ABSORU WA HUWA YUDRIKUL ABSORO WA HUWAL LATIFUL KHOBIRU

( Surat Al- An’am Ayat 103 ).

Read Full Post »

486296_569998413030614_1927297544_n

(Disebutkan dalam kitab “khazinatul asrar” halaman 188, bahwa ada suatu wirid yang berfaedah untuk menghasilkan keinginan, mendatangkan hajat, menolak bencana, mengalahkan musuh dan meninggikan darjat. Wirid ini telah disepakati oleh Sayid Ja’far shodiq, Abu yazid al basthami, Abu Hasan al hirqani dan imam-imam yang lain, tentang faedahnya yang agung dan rahsianya yang menakjubkan untuk mendatangkan hajat. Mereka telah mengamalkannya dan membuktikan kemujarabannya. Wiridnya adalah :

a. Membaca istighfar 100 x (astaghfirullohal adhiim)

b. Surat Al Fatehah 7 x

c. Sholawat atas Nabi Saw 100 x (Allohumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad)

d. Surat Alam Nasyroh/Al Insyiroh 79 x

e. Surat Al Ikhlas 1001 x

f. Surat Al Fatehah 7 x

g. Sholawat atas Nabi Saw 100 x.

Kemudian memohon kepada Allah apa hajatnya dan keperluan yang diperlukan, maka dengan izin Allah hajatnya dikabulkan, tidak lebih dari 4 hari. Dan kalau wirid itu dilakukan setiap hari secara rutin hingga 7 hari, maka lebih mujarab dan mustajab.

Read Full Post »

Image

Menurut keterangan dari kitab”Asraarul Mufidah” barangsiapa mengamalkan membaca Ayat Al-Kursi setiap hari sebanyak 18 kali maka akan dibukakan dadanya dengan berbagai hikmah, dimurahkan rezekinya, dinaikkan darjatnya dan diberikannya pengaruh sehingga semua orang akan menghormatinya serta terpelihara ia dari segala bencana dengan izin Allah.

Rasullullah s.a.w. bersabda bermaksud: “Sesiapa pulang ke rumahnya serta membaca ayat Kursi, Allah hilangkan segala kefakiran di depan matanya.

Read Full Post »

Rasulullah S.A.W bersabda: Siapa yang membaca tiap-tiap hari 100 kali (seratus kali)

LMH

Laa Ilaaha Illallaah Al Malikul Haqqul Mu Biinu Muhammadur Rasulullaahi shaa Diqul Wa’dil Amiini.

 

Ertinya:

“Tiada Tuhan selain Allah Tuhan yang Haq serta Nyata Muhammad adalah Utusan Allah yang menjadi janji serta dapat di percaya”

Maka Allah mempermudahkan Rizqinya serta menghilangkan susahnya, kepahitannya dan kemiskinannya.

Demikian juga akan di bukakan oleh Allah semua pintu Surga, diselamatkan dari Fitnah Qubur, dilunakkan hatinya, sehingga memiliki watak yang sopan santun. Dan Allah menjadikan tiap-tiap satu kalimat, malaikat yang membaca tasbih serta memintakan ampunan bagi orang yang membacanya. Demikianlah keterangan yang terdapat di dalam Kitab Syamsul MA’ARIF.

Read Full Post »

tumblr_m1f387pmkg1qdxa23o1_500

Nabi Musa a.s. memiliki ummat yang jumlahnya sangat banyak dan umur mereka panjang-panjang. Mereka ada yang kaya dan juga ada yang miskin. Suatu hari ada seorang yang miskin datang menghadap Nabi Musa a.s.. Ia begitu miskinnya pakaiannya compang-camping dan sangat lusuh berdebu.
Si miskin itu kemudian berkata kepada Baginda Musa a.s., “Ya Nabiullah, Kalamullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar Allah s.w.t. menjadikan aku orang yang kaya.” Nabi Musa a.s. tersenyum dan berkata kepada orang itu, “Saudaraku, banyak-banyaklah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t.”. Si miskin itu agak terkejut dan kesal, lalu ia berkata, “Bagaimana aku mau banyak bersyukur, aku makan pun jarang, dan pakaian yang aku gunakan pun hanya satu lembar ini saja”!. Akhirnya si miskin itu pulang tanpa mendapatkan apa yang diinginkannya.
Beberapa waktu kemudian seorang kaya datang menghadap Nabi Musa a.s.. Orang tersebut bersih badannya juga rapi pakaiannya. Ia berkata kepada Nabi Musa a.s., “Wahai Nabiullah, tolong sampaikan kepada Allah s.w.t. permohonanku ini agar dijadikannya aku ini seorang yang miskin, terkadang aku merasa terganggu dengan hartaku itu.” Nabi Musa a.s.pun tersenyum, lalu ia berkata, “Wahai saudaraku, janganlah kamu bersyukur kepada Allah s.w.t.”. “Ya Nabiullah, bagaimana aku tidak bersyukur kepada Allah s.w.t.?. Allah s.w.t. telah memberiku mata yang dengannya aku dapat melihat. telinga yang dengannya aku dapat mendengar. Allah s.w.t. telah memberiku tangan yang dengannya aku dapat bekerja dan telah memberiku kaki yang dengannya aku dapat berjalan, bagaimana mungkin aku tidak mensyukurinya”, jawab si kaya itu. Akhirnya si kaya itu pun pulang ke rumahnya.
Kemudian terjadi adalah si kaya itu semakin Allah s.w.t. tambah kekayaannya kerana ia selalu bersyukur. Dan si miskin menjadi bertambah miskin. Allah s.w.t. mengambil semua kenikmatan-Nya sehingga si miskin itu tidak memiliki selembar pakaianpun yang melekat di tubuhnya. Ini semua kerana ia tidak mau bersyukur kepada Allah s.w.t.

Wallahualam.

 

Read Full Post »